Showing posts with label Digital Marketing. Show all posts
Showing posts with label Digital Marketing. Show all posts

Tuesday, January 29, 2019

9 Tren Digital Marketing 2019 yang Perlu Kamu Ketahui

9 Tren Digital Marketing 2019 yang Perlu Kamu Ketahui

Digital marketing menjadi salah satu teknik pemasaran yang paling diminati sejak beberapa tahun belakangan. Kemunculannya tidaklah terlepas dari keberadaan internet yang juga tumbuh pesat di era modern ini. Setiap tahunnya, tren digital marketing baik skala nasional maupun global mengalami perubahan dan perkembangan. Lalu, bagaimana tren digital marketing di tahun 2019 ini? Berikut 9 hal di antaranya yang perlu kamu ketahui.


Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence


Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi buah bibir di kalangan perusahaan besar terutama dalam bidang pengembangan teknologi. Keberadaan AI diprediksi akan sangat membantu kegiatan pemasaran khususnya dalam digital marketing karena memiliki berbagai kelebihan. Beberapa di antaranya adalah mengolah data dalam jumlah besar, dan memberikan respon yang sangat cepat serta menciptakan tren pasar baru.


Inilah yang menjadi pertimbangan utama perusahaan besar dunia untuk menggunakannya selain bisa menghemat pengeluaran perusahaan. Contohnya saja berdasarkan data dari Forrester’s Global State of Artificial Intelligence Online Survey sebanyak 57 persen perusahaan menggunakan AI untuk meningkatkan pelayanan dan pengalaman konsumen. Alhasil, AI mampu meningkatkan pelayanan konsumen dan penjualan produk hingga 44 persen.


Aplikasi Chatbot untuk lebih dekat dengan konsumen


Beberapa tahun belakangan popularitas chatbot semakin meningkat dan akan mengalami lonjakan di tahun ini. Hal ini dikarenakan chatbot memiliki banyak keunggulan dan salah satunya adalah mampu menanggapi pertanyaan dasar dari pelanggan secara cepat dan memuaskan. Chatbot dalam pengembangannya kelak tidak hanya mampu melayani pertanyaan konsumen secara cepat, namun bisa melakukan layanan transaksi yang semakin komplek.


Kelebihan dari chatbot di antaranya mampu menjawab segala bentuk pertanyaan, masukan dan keluhan konsumen selama 7 hari 24 jam nonstop. Bandingkan bila menggunakan customer service konvensional, hal ini akan sulit terjadi. Selain itu dari segi pengeluaran, dapat menekan biaya bagi perusahaan ketimbang harus membayar customer service. Sementara dari sisi kepuasan pelanggan, tentu mereka akan lebih puas dengan pelayanan yang cepat dan nyaman.


Omnichannel Marketing


Strategi marketing omnichannel bisa diartikan sebagai model bisnis lintas channel yang umumnya digunakan untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi para konsumen di suatu perusahaan, baik secara online maupun offline. Misalnya, terdapat konsumen memposting barang belanja di sebuah website di pagi hari, lalu dia melakukan transaksi pembelanjaan di siang hari saat istirahat dan mengambil barang tersebut di toko di sore hari.


Keunggulan dari penerapan strategi ini terlebih dalam ranah digital marketing adalah baik pemasaran maupun penjualan terintegrasi tanpa terputus. Penelitian yang dirilis oleh Invesp menyebutkan jika perusahaan yang menggunakan strategi ini mampu meningkatkan engagement kepada konsumen sebesar 89 persen. Jadi, tidak ada salahnya mencoba menerapkannya di brand kamu.


Accelerated Mobile Pages (AMP)


Accelerated Mobile Pages (AMP) merupakan open source yang dapat memformat halaman web statis sehingga bisa memuat artikel dengan sangat cepat di sebuah perangkat mobile. AMP ini sudah banyak digunakan oleh lebih dari 200 penerbit konten. Termasuk dalam hal ini adalah WordPress, Google, LinkedIn, Medium, dan  Twitter.


Penggunaan AMP sangat berguna untuk pengembangan website perusahaan terutama untuk engagement konsumen. Dengan menggunakan AMP halaman yang dimuat hanyalah membutuhkan waktu kurang dari 0.5 detik saja. Sehingga konsumen lebih cepat memperoleh informasi mengenai produk yang mereka cari di dalam website perusahaan.


Marketing Automation


Marketing automation merupakan teknik otomatisasi dalam bidang digital marketing dengan menggunakan software marketing. Dalam sebuah departemen pemasaran, terkadang ada beberapa hal yang harus dilakukan berkali-kali seperti mengirimkan email, media sosial, dan nomor telepon kepada pelanggan. Bila ini dilakukan dengan cara manual, jelas membutuhkan tenaga dan waktu yang cukup lama.


Maka dari itu keberadaan strategi marketing automation mampu membuat tugas tersebut menjadi makin mudah. Manfaat dari penggunaan marketing automation ini adalah untuk segmentasi konsumen. Misalnya saja untuk menentukan kriteria pelanggan berdasarkan latar belakang mereka untuk memudahkan dalam menawarkan produk berdasarkan segmen yang tepat.


Penggunaan video masih diminati


Pada tahun 2019 ini penggunaan konten dengan basis video masih banyak diminati oleh perusahaan besar ternama maupun start up. Video merupakan sarana yang efektif untuk memasarkan dan mengenalkan produk baru kepada calon konsumen. Keberadaan platform video seperti NetFlix, YouTube, Amazon Prime Video, maupun fitur live di media sosial seperti Instagram dan Facebook menjadi penentu dalam pertumbuhan penggunaan video bagi digital marketing.


Riset yang dikeluarkan oleh Tubular Insight menyebutkan sekitar 64 persen orang akan membeli produk setelah menonton video menarik mengenai ulasan produk. Tidak hanya itu, data yang dilansir dari Cisco juga menyebutkan jika sekitar 82 persen traffic  di internet tahun 2021 mendatang akan didominasi oleh keberadaan video. Keunggulan menggunakan video selain lebih mengenalkan produk, juga dari segi biaya produksi lebih murah.


Tren penggunaan voice search


Selain video, kini muncul tren baru yakni penggunaan voice search. Dalam ranah digital marketing strategi ini akan berimbas pada SEO. Metode smart speakers dapat memudahkan konsumen melalui cara verbal tanpa harus mengetikkan kata atau kalimat yang panjang lebar melalui gadget mereka.


Perusahaan yang memulai menggunakan strategi pencarian ini adalah Amazon Echo, yang kemudian disusul oleh Google Assistant dan Apple Home. Data yang dirilis oleh NPR dan Edison Research menunjukkan sekitar 39 juta masyarakat Amerika Serikat menggunakan teknologi smart speakers ini untuk memudahkan mereka dalam mencari sesuatu di internet.


Memanfaatkan fitur stories


Sejak fitur ini diluncurkan pada tahun lalu, Instagram semakin diminati oleh masyarakat. Termasuk pula masyarakat Indonesia, yang bisa dilihat dari survei dari We Are Social dan dikutip Katadata menunjukkan pengguna aktif Instagram di Indonesia adalah 53 juta orang. Adanya fitur stories di Instagram memungkinkan pengguna untuk berbagi foto maupun video yang akan hilang dalam 24 jam.


Angka tersebut jelas merupakan potensi yang besar untuk digital marketing. Dalam fitur tersebut kamu bisa mengunggah apa saja termasuk pula sebagai promosi. Selain untuk lebih mendekatkan diri kepada konsumen, kamu juga bisa melakukan polling lewat fitur ini. Contohnya mengenai produk mana yang jadi unggulan dan diminati. Ini juga sebagai pemetaan awal peluncuran dari sebuah produk brand kamu.


Influencer marketing, tren yang  masih diperhitungkan


Keberadaan Instagram juga menjadi ladang baru bagi munculnya influencer marketing. Tren menggunakan media sosial di kalangan generasi muda kini juga dipertimbangkan oleh perusahaan besar sebagai faktor strategi pemasaran mereka. Keunggulan dari influencer marketing sendiri adalah setiap postingan yang diunggah membuat kecenderungan konsumen membeli produk semakin tinggi.


Hal inilah yang juga dikemukakan oleh Anthony Reza selaku CEO GetCraft Indonesia seperti dilansir dari Marketeers. Menurutnya, 8 dari 10 konsumen terbukti mempercayai rekomendasi dari orang yang mereka kenal. Bisa saja dalam hal ini termasuk selebritis yang memasarkan sebuah produk di media sosial seperti instagram. Otomatis, para fans akan terpengaruh untuk membeli produk yang direkomendasikan tersebut.


Baca juga: Selebgram: Cara Mendapatkan Uang di Internet


Di atas adalah beberapa tren dalam digital marketing yang diprediksi akan banyak diperhitungkan tahun 2019 ini. Sudahkah kamu memilih salah satu dari hal di atas untuk menunjang bisnis kamu? Jangan lupa juga untuk memilih penyedia jasa layanan hosting internet terpercaya untuk kelancaran bisnis.



The post 9 Tren Digital Marketing 2019 yang Perlu Kamu Ketahui appeared first on Blog Dewaweb.

7 Strategi SEO Kuno yang Sebaiknya Mulai Kamu Tinggalkan

7 Strategi SEO Kuno yang Sebaiknya Mulai Kamu Tinggalkan

Strategi Search Engine Optimization (SEO) berubah seiring dengan perkembangan zaman. Jika satu trik SEO terbukti ampuh pada zaman dulu, ada kemungkinan trik tersebut sudah kadaluarsa dan tidak bisa lagi digunakan. Bahkan menggunakan teknik SEO yang ketinggalan zaman bisa saja membuat website-mu di-black list oleh Google. Lalu, strategi SEO apa yang sudah seharusnya kamu tinggalkan? Berikut pembahasannya!


Ubah keyword yang kamu gunakan


Keyword menjadi poin penting dalam sebuah konten untuk mengarahkan mesin pencari kepada situs atau website-mu. Kemudian, kebanyakan orang akan menempatkan sebanyak mungkin keyword di dalam konten blog atau website karena berpikir akan lebih mudah ditemukan oleh mesin pencarian. Menariknya, keyword pendek dengan banyak search volume tersebut dimasukkan begitu saja dalam konten tanpa memerhatikan kesesuaiannya dengan kalimat.   


Strategi SEO ini memang terbukti efektif pada enam hingga tujuh tahun yang lalu. Saat ini, pengguna internet sudah semakin pintar dan lebih memilih menggunakan keyword yang spesifik. Jika pada zaman dahulu teknik SEO kuno dengan menggunakan keyword pendek bisa menghasilkan banyak klik, kini long tail keyword akan lebih bermanfaat untuk para pengguna internet.


Mulailah untuk mengubah keyword mentah kamu seperti “kamar hotel” menjadi lebih menggugah seperti “kamar hotel terbaik di kota Surabaya”. Ini akan lebih sesuai dengan pencarian yang dilakukan oleh para pengguna internet. Tak perlu ragu untuk menggunakan keyword dengan dua kata atau lebih. Karena Google sudah menerapkan algoritma yang bisa mencari padanan kata, kamu tidak perlu menempatkan keyword dengan dua kata atau lebih menjadi satu di dalam konten.


Berlebihan dalam memberikan anchor text menuju internal links


Memasukkan banyak anchor text untuk mengarahkan traffic ke artikel-artikel lain dalam satu domain yang sama memang bisa meningkatkan ranking search engine. Namun, saat ini cara tersebut merupakan strategi SEO yang sudah tidak bisa lagi digunakan karena Google sudah melakukan perubahan pada sistemnya. Google kini malah menghindari konten-konten yang memiliki anchor text berlebihan karena dianggap manipulatif dan spamming.


Sebagai tips, tempatkan anchor text di bagian navigasi, sidebar, footer, dan di dalam konten dengan cara menyatukannya dengan kata-kata sehingga terlihat lebih smooth dan akan lebih memungkinkan untuk diklik oleh pembaca web. Jangan hanya gunakan link tersebut untuk search engine, tapi buatlah agar dapat digunakan oleh pembaca. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari blacklist Google.


Membuat topik yang masih relevan dengan brand jualan


Teknik SEO ketinggalan zaman yang masih tetap diterapkan adalah memilih topik yang asal disukai oleh pembaca, namun tidak sesuai dengan produk jualannya. Ini merupakan salah satu contoh link-bait yang berstrategis dan tidak fokus. Pemikirannya sederhana, bagaimana cara menjaring banyak audience untuk tertarik membaca website kamu, terserah apapun itu topiknya, dan melakukan promosi produk di akhir konten artikel.


Memang harus diakui bahwa strategi ini cukup efektif menjaring banyak audience, tapi di satu sisi, entah kamu sadari atau tidak, bisa menjatuhkan image brand produkmu. Orang mungkin akan tertarik dan melakukan klik pada judul artikel yang kamu buat. Isi kontennya juga dibuat sesuai dengan judul. Tapi, tiba-tiba, di akhir artikel, kamu memasukkan promosi barang jualanmu maeskipun tidak sesuai dengan topik yang sedang dibahas.


Apakah menurutmu hal tersebut bagus untuk branding produk jualanmu? Menjaring audience memang iya, tapi tidak untuk sebuah branding. Orang akan cenderung melewatkan bagian promosi di bagian akhir karena menganggap hanya sebuah iklan yang tidak berhubungan. Akan lebih baik kamu membuat konten yang sesuai dengan produkmu. Dengan begini, pembaca akan merasa lebih terarahkan dari awal sampai akhir artikel untuk membeli produkmu.


Domain yang berbeda untuk situs yang sama


Semakin banyak jaring yang ditebar, semakin banyak ikan yang akan terjaring. Mungkin hal ini menjadi pemikiran kamu saat membuat banyak domain untuk satu situs yang sama agar mendapatkan banyak pembaca. Tapi sayangnya ini adalah SEO kuno yang sebaiknya sudah tidak kamu gunakan lagi.


Bisa saja kamu menggunakan alamat domain yang berbeda untuk satu situs yang inti pembahasannya sama. Misalkan saja makan.com, makanenak.net, dan enakenakmakan.id. Google akan tetap menghitungnya menjadi satu domain saja meski kamu menyebarkan situsmu ke tiga domain tersebut. Ranking domain pun juga dibagi menjadi tiga. Hasilnya tetap saja satu.


Memasang keyword pada domain


Untuk berada di peringkat teratas mesin pencarian, kamu bisa saja terpikir untuk membuat nama domain-mu sesuai dengan keyword yang biasa dimasukkan oleh pengguna internet. Hal tersebut memang masih banyak dilakukan oleh beberapa orang karena berpikiran bahwa strategi SEO ini masih berlaku. Nama domain seperti obatdiare.com atau kamarhotelmewah.com masih bisa kamu temukan pada pencarian.


Padahal, teknik ini sudah sangat ketinggalan zaman dan malah menghilangkan kepercayaan pengguna internet untuk melakukan klik pada website seperti ini. Meski memiliki peluang untuk muncul pada halaman pertama mesin pencarian, apakah kamu yakin orang akan melakukan klik? Jawabannya adalah tidak. Ini karena pengguna internet zaman sekarang sudah lebih pintar sehingga bisa memilih mana website yang terpercaya dan tidak.


Nama domain seperti yang dicontohkan di atas terkesan tidak meyakinkan karena tidak menunjukkan atau mengarah pada satu produk. Orang pasti berpikir bahwa pembahasannya adalah hal-hal umum sehingga mengurangi kredibilitas sebuah website. Akan lebih baik jika kamu mulai menghilangkan keyword pada nama domain dan lebih memasukkannya pada konten artikel. Hal ini akan lebih mudah dibaca oleh algoritma baru Google.


Masih menggunakan satu keyword untuk satu website


Pada tahun 2010-2012, Micro Niche Site dan Exact Match Domain menjadi sebuah tren yang sangat merajalela. Idenya adalah menggunakan satu keyword pada website mikro dan menamakan website sesuai dengan keyword tersebut. Ini masih berkaitan dengan pembahasan keyword pada domain di atas. Dulu memang banyak orang yang menghasilkan uang dari MNS dan EMD ini, tapi tidak dengan sekarang.


Hal ini karena website mikro memuat sedikit artikel dan informasi. Google bisa menganalisis website mikro ini sebagai salah satu yang tidak kredibel. Mulai sekarang, buatlah satu topik besar untuk konten dan menerapkan banyak keyword. Misalkan kamu membuat website yang membahas tentang sakit maag. Buatlah topik konten artikel yang membahas tentang penyebab, cara penyembuhan, dan gejalanya.


Masih mengandalkan sisi teknikal


Seiring waktu, SEO berubah dari teknikal menjadi lebih ke arah pemasaran. Untuk mengoptimasi website dengan sistem SEO yang masih teknikal, fokusnya ada pada keyword, URL, backlink, dan judul. Namun, dengan sistem yang baru, fokusnya bergeser pada bagaimana cara membuat konten yang layak untuk kemudian dipasarkan.


Tipsnya adalah dengan memprioritaskan pemasaran website daripada mengoptimasi sisi teknikalnya. Backlink yang berkualitas adalah yang didapat dengan cara memasarkan website yang kamu miliki kepada orang lain. Media sosial juga memiliki pengaruh untuk pemasaran website. Jadi, kamu bisa gunakan media sosial untuk meningkatkan promosi produk.


Baca juga: Panduan Lengkap Cara Search Engine Optimization (SEO)


Menerapkan strategi SEO memang gampang-gampang susah. Namun, jika sudah terbiasa, kamu akan dengan mudah melakukannya. Kuncinya adalah terus memperbarui pengetahuan kamu tentang SEO agar tidak ketinggalan zaman karena teknik ini akan terus berubah mengikuti perkembangan yang ada.



The post 7 Strategi SEO Kuno yang Sebaiknya Mulai Kamu Tinggalkan appeared first on Blog Dewaweb.