Showing posts with label Hosting Domain. Show all posts
Showing posts with label Hosting Domain. Show all posts

Tuesday, January 29, 2019

Hosting, Domain dan Server: Apa Perbedaan Di Antara Ketiganya?

Hosting, Domain dan Server: Apa Perbedaan Di Antara Ketiganya?

Ada berbagai macam istilah atau nama yang kamu jarang dengarkan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal saat kamu sedang ingin membuat website, beberapa nama seperti hosting, server dan domain adalah hal yang  penting dalam membangun dan keberlangsungan website kamu. Berikut adalah perbedaan dari ketiga istilah tersebut.


Hosting


Hosting merupakan tempat untuk menyimpan data yang biasa ada di komputer. Ia memiliki bentuk secara fisik yang disebut sebagai server. Server itu bekerja layaknya komputer biasa. Ada harddisk, RAM, hingga prosesor, yang bentuk dan ukurannya disesuaikan untuk disimpan di rack server.


Server hosting harus selalu disimpan di data center yang tentunya memiliki listrik dan cadangan listrik seperti UPS. Server hosting inilah yang digunakan oleh para pemilik website untuk menjadi bank data dari mereka, maka dari itu harus terhubung dengan jaringan internet berkecepatan tinggi sehingga bisa diakses secara bersamaan, kapan pun dan oleh siapa pun dari seluruh dunia.


Khusus hosting untuk website, biasa disebut dengan web hosting. Server untuk web hosting dilengkapi dengan sistem operasi dan juga software. Tujuannya agar bisa menjalankan web dan bisa terus beroperasi tanpa terkecuali.


Jadi, secara garis besar, ketika kamu mau membeli atau menyewa hosting, maka yang kamu dapatkan adalah jasa penyimpanan data yang nantinya dipakai untuk website milik kamu, dari segi teks, video, audio, gambar, file dan lainnya. Kamu bisa mengetahui berbagai jenis hosting yang paling tepat untuk kamu di sini.


Server


Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan layanan tertentu dalam satu jaringan komputer. Tidak hanya berbentuk sebagai perangkat lunak, server juga memiliki bentuk perangkat keras. Ada prosesor dan RAM yang menjalankan sebuah sistem operasi khusus, biasanya disebut sebagai network operating system.


Selain itu, server juga menjalankan perangkat lunak yang bisa mengontrol akses untuk masuk ke dalam jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya. Server juga memiliki berbagai macam jenis yang biasa disesuaikan dengan kebutuhan kamu.


Secara garis besar, server akan bekerja ketika ada permintaan dari klien. Klien di sini adalah browser yang biasa kamu pakai. Bisa Chrome, Mozilla Firefox, Internet Explorer, Safari, hingga Opera. Ketika kamu mengetik sebuah alamat website, maka akan menyebut domain juga. Server segera merespon permintaan kamu dan mengirimkan kembali isi website ke dalam komputer kamu sehingga kamu bisa mengaksesnya.


Domain


Domain adalah nama yang sudah ditentukan dan diatur oleh sebuah badan telekomunikasi. Nama yang ada di dalam domain adalah nama yang kamu pilih sebagai alamat dari website kamu sendiri. Nama domain adalah nama yang akan mengirim pesan ke alamat IP server hosting. Jadi, saat kamu menulis nama domain di address bar, yang sebenarnya kamu akses adalah server IP yang akan kamu tuju.


Biasanya, ketika kamu membeli domain, kamu sebenarnya hanya menyewa nama saja. Pada dasarnya, saat kamu hanya mempunyai nama domain, itu bukan berarti kamu segera memiliki website karena ada beberapa hal yang harus kamu miliki.


Baca juga: 12 Tips Memilih Nama Domain Yang Tepat


Seperti penjelasan di atas, coba ingat lagi di mana tempat untuk menyimpan data-data di dalam website kamu? Tentu saja dengan memiliki hosting. Kamu juga harus menyewa hosting agar bisa memunculkan website kamu di dalam setiap browser yang mengaksesnya.


Kesimpulannya, hosting adalah tempat penyimpanan data. Sedangkan, server adalah kumpulan hardware yang mendukung kinerja hosting. Sementara itu, domain adalah nama atau alamat website kamu, bisa disebut juga identitas untuk mengakses website kamu dengan mudah. Kamu tidak akan bisa memiliki website tanpa ketiganya karena semuanya saling berkesinambungan dan saling bergantung satu sama lain.



The post Hosting, Domain dan Server: Apa Perbedaan Di Antara Ketiganya? appeared first on Blog Dewaweb.

Perbedaan Cloud Hosting dan Web Hosting Tradisional

Perbedaan Cloud Hosting dan Web Hosting Tradisional

Hosting adalah service yang digunakan untuk menyimpan data-data dalam sebuah website. Dengan layanan ini maka informasi yang tercantum pada website pun dapat diakses oleh pengguna melalui internet. Data yang dimaksud bisa berupa file dokumen, gambar, program, hingga database. Jadi, jika Anda menginginkan website yang bisa diakses oleh publik lewat internet, maka layanan hosting ini tidak dapat diabaikan.


Umumnya hosting disewakan dalam kapasitas tertentu sesuai dengan kebutuhan. Semakin besar kapasitasnya maka semakin mahal pula harga yang harus dibayar. Dengan beragamnya kebutuhan akan layanan hosting, maka tidak mengherankan pula jika Anda bisa menemukan banyak pilihan saat akan memilihnya.


Nah, dalam artikel ini akan dibahas dua jenis layanan hosting yakni cloud hosting dan web hosting tradisional. Mungkin jika Anda memang belum terlalu mengenal masalah layanan ini, keduanya akan sekilas terlihat sama. Padahal dalam kenyataannya dua layanan ini sangat berbeda. Apa perbedaannya? Anda bisa mengetahuinya dalam ulasan berikut,


Mengenal web hosting tradisional


Salah satu layanan hosting yang paling sering digunakan adalah web hosting tradisional. Layanan hosting konvensional ini memang banyak digunakan terlebih oleh pengguna awam karena memang sudah lama ada dan telah digunakan oleh banyak orang. Dengan layanan ini maka data-data yang terdapat pada website Anda akan disimpan dalam satu server yang ada pada sebuah hardware.


Dalam perjalanannya web hosting tradisional berkembang sehingga memiliki beberapa macam tipe untuk mengakomodir kebutuhan client mereka. Beberapa jenis web hosting yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:



  • Shared web hosting: Bagi para pemula dan awam, shared web hosting adalah primadona. Alasannya tak lain adalah karena layanan yang satu ini murah (beberapa bahkan gratis) dan memang sudah banyak digunakan orang. Dalam shared web hosting, sebuah server akan dibagi kapasitasnya dan kemudian digunakan oleh beberapa ssitus sekaligus.

  • Dedicated web hosting: Jika dalam layanan shared web hosting Anda akan berbagi server dengan beberapa pengguna lainnya, dengan dedicated web hosting maka keseluruhan server hanya akan digunakan oleh situs milik Anda. Dengan keunggulan ini, tentu saja harga yang dipatok akan jauh lebih mahal dibandingkan shared web hosting.

  • VPS web hosting: Dengan menggunakan VPS (Virtual Private System), Anda memang masih akan berbagi server. Namun Anda juga akan dibekali dengan sebuah server Dengan demikian kapasitas penyimpanan memori serta CPU usage pun akan lebih longgar sehingga performa situs Anda bisa lebih baik.


Baca juga: VPS – Kenapa Penting Bagi Perusahaan Besar



  • Managed web hosting: Layanan hosting yang satu ini akan memungkinkan Anda untuk mendapatkan sebuah server sesuai dengan kebutuhan website. Artinya, server yang disewakan pada Anda akan datang dengan segala hal yang memang dibutuhkan oleh website. Biayanya mungkin akan lebih mahal, namun Anda tidak perlu kesulitan untuk mengatur website lagi.


Pengertian cloud hosting


Setelah mengenal tentang web hosting tradisional, sekarang mari berpindah ke cloud hosting. Di samping pemahaman tentang web hosting tradisional, Anda juga perlu memahami teknologi yang satu ini untuk bisa memlih mana layanan hosting yang tepat untuk website. Cloud hosting adalah sebuah inovasi dalam layanan hosting yang memungkinkan Anda untuk menyimpan data-data pada website dalam sebuah cloud atau awan.


Apa sebenarnya cloud ini? Cloud sejatinya merupakan sebuah perumpamaan untuk menyebut internet. Artinya, jika Anda menggunakan cloud hosting maka data-data Anda akan disimpan di sebuah server virtual yang ada dalam internet. Layanan ini tidak lagi menggunakan ruang penyimpanan fisik (hardware) seperti web hosting tradisional.


Nah setelah mengetahui definisi keduanya, mari sekarang kita menelaah apa perbedaan di antara web hosting tradisional dengan cloud hosting dalam poin-poin berikut ini.


Beberapa perbedaan cloud hosting dengan web hosting tradisional


Dari sekilas penjelasan di atas seharusnya Anda sudah bisa mendapatkan gambaran tentang perbedaan antara cloud hosting dengan web hosting tradisional—seperti tentang fisik ruang penyimpanan keduanya. Untuk perbandingan yang lebih detail, Anda bisa menyimak penjelasan dalam poin-poin berikut ini.




  • Dari segi performa




Mari membahas poin yang selalu menjadi pertimbangan utama dalam memilih hosting untuk website, yakni performa. Seperti yang telah disebutkan dalam paragraf pengenalan web hosting tradisional, layanan ini menyediakan server yang digunakan oleh beberapa user sekaligus. Akibatnya kapasitas ruang penyimpanan serta bandwidth yang tersedia pun akan terbatas. Jadi tidak mengherankan jika kadang kala website butuh waktu lama untuk loading.


Di sisi lain, cloud hosting tidak memiliki ruang penyimpanan fisik karena pada dasarnya layanan ini merupakan sebuah layanan virtual. Anda memang akan menggunakan layanan ini dengan user lain, namun jika terdapat kendala seperti loading yang lambat server cloud Anda akan segera dipindahkan oleh sistem. Hasilnya Anda tidak lagi merasakan kendala tersebut dan performa website pun bisa tetap prima.




  • Dari segi kontrol data




Pada web hosting tradisional Anda harus berbagi dengan user lain sehingga tidak ada kendali yang utuh terhadap server yang telah dibeli. Sebagai ilustrasi, apabila user lain menginginkan performa yang lebih baik maka website Anda pun akan berisiko menjadi lambat dan lebih susah diakses.


Lain halnya dengan cloud hosting. Selama menyewa space tertentu dalam cloud server maka ruang tersebut berada dalam control Anda sepenuhnya. Jika dalam web hosting tradisional Anda bisa terdampak risiko performa web melambat karena bandwidth yang dibagi dengan user lain, maka hal tersebut tidak terjadi pada cloud hosting. Ini karena cloud server akan segera memindahkan Anda ke server yang lebih lapang saat bandwidth terbatas.




  • Dari segi biaya




Saat ingin menggunakan layanan web hosting tradisional Anda harus membayar server yang digunakan berikut dengan hardware. Padahal kenyataanya ruang tersebut juga digunakan oleh user lain. Biaya ini akan membengkak jika Anda memutuskan untuk membeli web hosting tradisional tipe dedicated.


Bagaimana dengan cloud hosting? Dalam cloud hosting, Anda cukup mengeluarkan dana sesuai dengan layanan yang didapat. Tidak perlu mengeluarkan dana tambahan untuk server yang mungkin tidak Anda gunakan. Jika diibaratkan, pembiayaan cloud hosting serupa dengan membayar tagihan listrik atau biaya berlangganan operator seluler.


Cloud hosting adalah pilihan tepat?


Setelah tiba pada titik ini Anda mungkin akan beranggapan bahwa cloud hosting merupakan pilihan terbaik untuk website. Namun benarkah demikian? Well, hal ini masih tergantung pada beberapa pertimbangan. Ada beberapa pertimbangan yang memang membuat cloud hosting menjadi layanan terbaik untuk Anda. Namun ada juga beberapa kondisi yang menyebabkan web hosting tradisional justru lebih baik. Misalnya untuk para pemula, web hosting tradisional akan tepat untuk Anda karena biayanya murah dan sudah bisa mengakomodasi kebutuhan.


Baca juga: Cara Memilih Hosting Terbaik


Itulah dia perbedaan antara cloud hosting dengan web hosting tradisional. Baik web hosting tradisional maupun cloud hosting adalah layanan hosting yang bisa mengakomodir kebutuhan Anda. Tinggal bagaimana Anda mengaturnya agar bisa mendukung performa website. Tetap semangat dalam merancang website dan jangan pernah lelah untuk terus mencoba!



The post Perbedaan Cloud Hosting dan Web Hosting Tradisional appeared first on Blog Dewaweb.

6 Keunggulan Cloud Hosting untuk Website Kamu

6 Keunggulan Cloud Hosting untuk Website Kamu

Kemajuan zaman membuat teknologi semakin maju hingga membuat segalanya menjadi lebih mudah dan cepat. Salah satu dampak positif dari kemajuan zaman adalah kemudahan dalam urusan server serta website. Dulu ketika kamu ingin membuat website, maka kamu harus memakai dedicated server yang hanya tersedia di satu tempat saja dan terkadang membuat urusan kecepatan akses menjadi lebih sulit. Tapi dengan adanya cloud hosting, urusan website menjadi lebih cepat.


Secara garis besar, cloud hosting adalah layanan hosting yang terhubung dengan banyak server. Dengan hal itu, pengguna tidak perlu khawatir dengan masalah yang biasa menimpa server seperti ketidakstabilan dan sumber daya yang terbatas. Adanya teknologi cloud membuat kamu memiliki sumber daya yang tidak terbatas karena terhubung dengan banyak server sehingga lebih mudah untuk menambahkan beberapa server baru tanpa menggangu server-server lain yang sedang berjalan.


Ada beberapa keunggulan yang bisa kamu dapatkan ketika memakai cloud hosting. Berikut ulasannya.


Akses yang jauh lebih mudah


Ini adalah keunggulan utama dari cloud hosting. Kamu bisa mengakses data atau aplikasi dengan jauh lebih mudah. Ketika sedang butuh unttuk mengakses data saat bekerja, kamu tidak perlu mengakses dengan satu komputer yang sama karena data yang kamu butuhkan bisa dengan mudah diakses di mana saja dan kapan saja. Server yang berada di berbagai tempat membuat hal ini menjadi kenyataan.


Fleksibilitas


Dengan memakai cloud hosting, kamu tidak perlu membuat pengadaan komputer yang khusus dipakai untuk mengakses data. Biasanya ketika kamu memakai komputer khusus, akan memakan banyak waktu dan tenaga. Tapi berkat cloud hosting, kamu cukup melakukan self-provisioning.


Self-provisioning adalah pengguna bisa menyediakan sumber daya sendiri untuk mengatur serta memakai layanan tanpa perlu campur tangan dari orang IT atau orang dari penyedia layanan itu sendiri. Hal ini memang disediakan oleh perusahaan hosting untuk memudahkan pemakaian serta akses data.


Biaya yang lebih murah


Mendengar salah satu keunggulan cloud hosting adalah biaya yang jauh lebih murah, tentunya kamu bisa menggunakan cloud hosting dengan lebih mudah karena tidak akan memakan bujet lebih banyak. Kenapa bisa lebih murah? Biasanya penggunaan server versi lama akan memakan biaya besar di bagian operasional komputer serta kebutuhan yang menyangkut hardware. Tapi dengan cloud hosting, beberapa urusan di atas tidak perlu lagi mengeluarkan uang yang besar. Selain itu, biaya maintenance juga bisa lebih efisien.


Stabilitas lebih tinggi


Masalah sulitnya mengakses website biasanya didasari oleh tingginya traffic, tapi dengan menggunakan cloud hosting, website kamu tidak akan down walaupun ada lonjakan traffic. Hal ini akan sangat berguna untuk website-website yang dalam beberapa waktu tertentu bisa mendapatkan lonjakan traffic seperti penyedia tiket.


Data bisa diakses kapan saja


Sistem cloud memang dibentuk untuk memastikan ketersediaan data bisa didapatkan secara maksimal selama 24 jam. Dengan desain yang high availability, sistem cloud berada di dalam data center yang terjamin, mulai dari ketersediaan listrik, pendingin ruangan dan beberapa kebutuhan lainnya yang membuat kinerja bisa lebih baik.


Manajemen server yang lebih mudah


Manajemen server tentunya akan lebih mudah dilaksanakan karena semuanya akan bisa dilihat di dalam website secara langsung. Hanya dengan melihat bagian dashboard, kamu bisa mengetahui banyak hal, mulai dari melakukan upgrade, perubahan, status server global, hingga menambah software baru karena sudah disediakan tools di dalamnya.


Baca juga: Perbedaan Cloud Hosting dan Web Hosting Tradisional


Itulah beberapa keunggulan ketika kamu menggunakan cloud hosting. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan info lainnya tentang cloud hosting di sini. Semoga bermanfaat!



The post 6 Keunggulan Cloud Hosting untuk Website Kamu appeared first on Blog Dewaweb.

Pengertian Domain Itu Apa Sih? Kenali Sebelum Membuat Website!

Pengertian Domain Itu Apa Sih? Kenali Sebelum Membuat Website!

Pengertian domain bisa dikatakan nama yang diberikan untuk mengidentifikasi sebuah jaringan tanpa menggunakan internet protokol (IP), mengingat biasanya IP menggunakan angka-angka yang sulit dihafal. Domain sendiri terbagi atas dua jenis, yakni Top Level Domain dan Second Level Domain. Top Level Domain bisa kamu lihat di akhir nama domain seperti .com, .org, .net, .gov, dan sebagainya. Penggunaan nama domain di internet sendiri diatur oleh sebuah lembaga internasional bernama Internet Corporation Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).


Bagi orang yang sudah lama mendalami ilmu komputer dan jaringan, istilah domain tentu tidak asing lagi. Secara sederhana, domain adalah nama alamat fisik. Misalnya, sistem navigasi memerlukan nama jalan, kode pos, atau penunjuk lainnya. Hal ini juga berlaku dalam website, domain digunakan sebagai pengarah dalam sebuah jaringan komputer agar mudah diakses oleh pengguna.


Fungsi dan jenis domain


Pada penjelasan sebelumnya dijelaskan bila pengertian domain bisa dianalogikan sebagai nama jalan, kode pos atau penunjuk lainnya. Domain juga berfungsi sebagai identitas dari sebuah organisasi, kegiatan, maupun individu hingga instansi dalam pemerintahan.  Contohnya saja Dewaweb.com sebagai penyedia layanan hosting internet berbasis cloud. Dengan menggunakan nama tersebut, Dewaweb mencitrakan diri sebagai salah satu layanan penyedia hosting terbaik di Indonesia. Nama ini mudah diingat orang, sehingga juga mudah dalam melakukan pencarian di mesin pencari.


Sementara, untuk jenis domain sendiri terbagi dalam tiga jenis berikut ini:



  1. Domain .com, adalah domain yang masuk dalam kategori top level. Istilah .com sendiri merujuk dari kata commercial sebagai organisasi komersial. Namun, seiring berjalannya waktu kemudian domain ini juga ditujukan untuk berbagai tujuan lainnya. Domain jenis ini sering kita lihat di internet.

  2. Domain berikutnya adalah .net yang sebenarnya juga masuk dalam top level. Istilahnya mengacu dari kata network yang pada awalnya untuk organisasi yang menangani teknologi jaringan sebagai penyedia layanan internet dan perusahaan lainnya. Sama halnya seperti domain .com, domain .net juga diigunakan untuk berbagai keperluan seiring berjalannya waktu.

  3. Selanjutnya adalah domain.org yang diambil dari kata organization. Mulanya digunakan untuk organisasi non-profit, kemudian aturan ini tidak lagi digunakan sehingga bisa digunakan untuk keperluan umum. Biasanya banyak digunakan untuk organisasi yang sifatnya opensource untuk keperluan pendidikan dan sebagainya seperti wikipedia.org dan lainnya.


Tips membuat nama domain yang baik


Membuat nama domain haruslah memiliki keunggulan dan kaidah-kaidah tersendiri agar mudah dikenal banyak orang. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam membuat nama domain yang efektif seperti dilansir dari Forbes berikut ini.



  • Buatlah dengan nama pendek, meskipun begitu jangan terlalu pendek. Bila nama terlalu panjang orang akan sulit menghafal. Atau kamu bisa menggunakan nama singkatan apabila perusahaan atau organisasimu terlalu panjang. Contohnya saja untuk World Wildlife Fund, website mereka hanya menggunakan akronimnya saja agar mudah diingat yakni WWF.org.

  • Langkah berikutnya adalah buatlah nama yang SEO friendly dan banyak muncul. Dengan begitu domain Anda akan sering muncul dan mudah dicari oleh masyarakat saat membutuhkannya.

  • Jangan lupa untuk mengecek apakah nama domain tersebut sudah digunakan dan memiliki hak paten. Hal ini dikarenakan bila kamu menggunakan nama yang sudah dipakai dan itu sudah memiliki hak paten, bukan tidak mungkin kamu akan dituntut oleh pemiliknya di kemudian hari.


Baca juga: Tips memilih nama domain yang tepat


Bagaimana, sudah mengerti sekarang mengenai pengertian domain untuk website? Semoga ulasan di atas dapat menambah wawasan kamu terutama dalam bidang teknologi internet.



The post Pengertian Domain Itu Apa Sih? Kenali Sebelum Membuat Website! appeared first on Blog Dewaweb.

Segala Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Cloud Hosting

Segala Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Cloud Hosting

Dunia teknologi mengalami perkembangan yang sangat cepat terutama bagi penyedia layanan hosting. Penyedia layanan tersebut menyediakan hosting dengan berbasis cloud. Namun, masih banyak yang belum memahami atau mengetahui apa sebenarnya cloud hosting. Dalam tulisan ini akan diulas mengenai definisi, keunggulan hingga bagaimana tips memilih cloud hosting terbaik. Yuk simak!


Apa itu cloud hosting?


Pernahkah kamu menyimpan data di hardware lalu mengalami kegagalan karena kapasitas tidak mencukupi? Ini adalah cara lama dan konvensional yang sebaiknya kamu tinggalkan. Secara garis besar, cloud hosting ini bisa diartikan sebagai file website yang memiliki cabang dalam jumlah lebih dari satu secara virtual.


Inilah yang memungkinkan penggunanya dapat mengakses kapan saja dan tidak pernah down. Hal ini dikarenakan bila salah satu server virtual mati, para pengguna masih bisa mengakses melalui jalur virtual yang lainnya. Contohnya saja, fitur ini digunakan oleh Google dan membuatnya menjadi sebuah mesin pencarian nomor satu dengan kualitas prima dan tidak pernah mengalami down selama beberapa tahun terakhir.


Hal yang perlu dipersiapkan


Sampai saat ini, teknologi cloud hosting banyak diminati oleh berbagai kalangan terutama bagi industri yang mengandalkan teknologi berbasis internet (online). Data yang dirilis oleh Statista menyebutkan bahwa nilai pasar dari cloud computing maupun cloud hosting di seluruh dunia mencapai sekitar 118 juta USD pada 2018, dan diperkirakan di tahun 2019 ini akan meningkat hingga 136 USD.


Hal ini membuktikan masyarakat semakin menyadari keberadaan fitur ini untuk keamanan dan kenyamanan. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat memilih di antaranya adalah mengenai kebutuhan, pelayanan dari penyedia jasa yang prima seperti layanan 7 hari selama 24 jam, keamanan yang terjamin, dan lakukan periode evaluasi.


Keunggulan menggunakan cloud hosting


Teknologi cloud hosting memiliki berbagai keunggulan dalam penggunaannya. Terutama bagi dunia perkantoran dan segala aktivitas yang berhubungan dengan komputasi dengan layanan terbaik. Berikut beberapa keunggulan yang bisa kamu dapatkan:



  • Kamu dapat berbagi data bersama di kantor untuk berkolaborasi melalui aplikasi manajemen. Contohnya saja seperti data sharing, progress dari sebuah proyek tertentu hingga berbagi tugas masing-masing. Penggunaan seperti ini membuat kamu lebih mudah dalam mengontrol manajemen di manapun dan kapan pun sehingga antara pihak manajemen dan karyawan dapat mengetahui kinerja dengan baik.

  • Keunggulan selanjutnya adalah bisa menghindari keterbatasan hardware. Adanya cloud hosting bisa memenuhi kebutuhan penggunaan RAM, CPU, maupun harddisk. Hardware tersebut memiliki kapasitas yang terbatas, maka cloud hosting akan berfungsi sebagai media penyimpanan memadai.

  • Di sisi lain teknologi ini juga bisa menghemat waktu dan tenaga. Bayangkan saja bila kamu masih menggunakan konsep penyimpanan tradisional, tentu akan membutuhkan banyak media (hardware) yang bisa jadi harganya cukup mahal. Bagi perusahaan, mereka hanya membayar sewa saja sesuai pemakaian sehingga ini bisa memperbesar nilai investasi atau return on investment (ROI).

  • Mengenai faktor keamanan data, cloud hosting sangat aman untuk menyimpan data rahasia. Data yang disimpan  diamankan dengan sistem enkripsi dan inilah yang menjadi nilai lebih untuk perusahaan seperti yang dilakukan Dropbox seperti dilansir dari BBC.


Baca juga: Cara Memilih Hosting Terbaik


Perkembangan teknologi informasi dan internet memungkinkan siapa saja untuk bekerja lebih baik. Kini, kamu bisa memilih layanan cloud hosting terbaik di Indonesia untuk kenyamanan aktivitas dalam menunjang keberhasilan.



The post Segala Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Cloud Hosting appeared first on Blog Dewaweb.