Showing posts with label Featured. Show all posts
Showing posts with label Featured. Show all posts

Tuesday, January 29, 2019

Hosting, Domain dan Server: Apa Perbedaan Di Antara Ketiganya?

Hosting, Domain dan Server: Apa Perbedaan Di Antara Ketiganya?

Ada berbagai macam istilah atau nama yang kamu jarang dengarkan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal saat kamu sedang ingin membuat website, beberapa nama seperti hosting, server dan domain adalah hal yang  penting dalam membangun dan keberlangsungan website kamu. Berikut adalah perbedaan dari ketiga istilah tersebut.


Hosting


Hosting merupakan tempat untuk menyimpan data yang biasa ada di komputer. Ia memiliki bentuk secara fisik yang disebut sebagai server. Server itu bekerja layaknya komputer biasa. Ada harddisk, RAM, hingga prosesor, yang bentuk dan ukurannya disesuaikan untuk disimpan di rack server.


Server hosting harus selalu disimpan di data center yang tentunya memiliki listrik dan cadangan listrik seperti UPS. Server hosting inilah yang digunakan oleh para pemilik website untuk menjadi bank data dari mereka, maka dari itu harus terhubung dengan jaringan internet berkecepatan tinggi sehingga bisa diakses secara bersamaan, kapan pun dan oleh siapa pun dari seluruh dunia.


Khusus hosting untuk website, biasa disebut dengan web hosting. Server untuk web hosting dilengkapi dengan sistem operasi dan juga software. Tujuannya agar bisa menjalankan web dan bisa terus beroperasi tanpa terkecuali.


Jadi, secara garis besar, ketika kamu mau membeli atau menyewa hosting, maka yang kamu dapatkan adalah jasa penyimpanan data yang nantinya dipakai untuk website milik kamu, dari segi teks, video, audio, gambar, file dan lainnya. Kamu bisa mengetahui berbagai jenis hosting yang paling tepat untuk kamu di sini.


Server


Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan layanan tertentu dalam satu jaringan komputer. Tidak hanya berbentuk sebagai perangkat lunak, server juga memiliki bentuk perangkat keras. Ada prosesor dan RAM yang menjalankan sebuah sistem operasi khusus, biasanya disebut sebagai network operating system.


Selain itu, server juga menjalankan perangkat lunak yang bisa mengontrol akses untuk masuk ke dalam jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya. Server juga memiliki berbagai macam jenis yang biasa disesuaikan dengan kebutuhan kamu.


Secara garis besar, server akan bekerja ketika ada permintaan dari klien. Klien di sini adalah browser yang biasa kamu pakai. Bisa Chrome, Mozilla Firefox, Internet Explorer, Safari, hingga Opera. Ketika kamu mengetik sebuah alamat website, maka akan menyebut domain juga. Server segera merespon permintaan kamu dan mengirimkan kembali isi website ke dalam komputer kamu sehingga kamu bisa mengaksesnya.


Domain


Domain adalah nama yang sudah ditentukan dan diatur oleh sebuah badan telekomunikasi. Nama yang ada di dalam domain adalah nama yang kamu pilih sebagai alamat dari website kamu sendiri. Nama domain adalah nama yang akan mengirim pesan ke alamat IP server hosting. Jadi, saat kamu menulis nama domain di address bar, yang sebenarnya kamu akses adalah server IP yang akan kamu tuju.


Biasanya, ketika kamu membeli domain, kamu sebenarnya hanya menyewa nama saja. Pada dasarnya, saat kamu hanya mempunyai nama domain, itu bukan berarti kamu segera memiliki website karena ada beberapa hal yang harus kamu miliki.


Baca juga: 12 Tips Memilih Nama Domain Yang Tepat


Seperti penjelasan di atas, coba ingat lagi di mana tempat untuk menyimpan data-data di dalam website kamu? Tentu saja dengan memiliki hosting. Kamu juga harus menyewa hosting agar bisa memunculkan website kamu di dalam setiap browser yang mengaksesnya.


Kesimpulannya, hosting adalah tempat penyimpanan data. Sedangkan, server adalah kumpulan hardware yang mendukung kinerja hosting. Sementara itu, domain adalah nama atau alamat website kamu, bisa disebut juga identitas untuk mengakses website kamu dengan mudah. Kamu tidak akan bisa memiliki website tanpa ketiganya karena semuanya saling berkesinambungan dan saling bergantung satu sama lain.



The post Hosting, Domain dan Server: Apa Perbedaan Di Antara Ketiganya? appeared first on Blog Dewaweb.

9 Tren Digital Marketing 2019 yang Perlu Kamu Ketahui

9 Tren Digital Marketing 2019 yang Perlu Kamu Ketahui

Digital marketing menjadi salah satu teknik pemasaran yang paling diminati sejak beberapa tahun belakangan. Kemunculannya tidaklah terlepas dari keberadaan internet yang juga tumbuh pesat di era modern ini. Setiap tahunnya, tren digital marketing baik skala nasional maupun global mengalami perubahan dan perkembangan. Lalu, bagaimana tren digital marketing di tahun 2019 ini? Berikut 9 hal di antaranya yang perlu kamu ketahui.


Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence


Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi buah bibir di kalangan perusahaan besar terutama dalam bidang pengembangan teknologi. Keberadaan AI diprediksi akan sangat membantu kegiatan pemasaran khususnya dalam digital marketing karena memiliki berbagai kelebihan. Beberapa di antaranya adalah mengolah data dalam jumlah besar, dan memberikan respon yang sangat cepat serta menciptakan tren pasar baru.


Inilah yang menjadi pertimbangan utama perusahaan besar dunia untuk menggunakannya selain bisa menghemat pengeluaran perusahaan. Contohnya saja berdasarkan data dari Forrester’s Global State of Artificial Intelligence Online Survey sebanyak 57 persen perusahaan menggunakan AI untuk meningkatkan pelayanan dan pengalaman konsumen. Alhasil, AI mampu meningkatkan pelayanan konsumen dan penjualan produk hingga 44 persen.


Aplikasi Chatbot untuk lebih dekat dengan konsumen


Beberapa tahun belakangan popularitas chatbot semakin meningkat dan akan mengalami lonjakan di tahun ini. Hal ini dikarenakan chatbot memiliki banyak keunggulan dan salah satunya adalah mampu menanggapi pertanyaan dasar dari pelanggan secara cepat dan memuaskan. Chatbot dalam pengembangannya kelak tidak hanya mampu melayani pertanyaan konsumen secara cepat, namun bisa melakukan layanan transaksi yang semakin komplek.


Kelebihan dari chatbot di antaranya mampu menjawab segala bentuk pertanyaan, masukan dan keluhan konsumen selama 7 hari 24 jam nonstop. Bandingkan bila menggunakan customer service konvensional, hal ini akan sulit terjadi. Selain itu dari segi pengeluaran, dapat menekan biaya bagi perusahaan ketimbang harus membayar customer service. Sementara dari sisi kepuasan pelanggan, tentu mereka akan lebih puas dengan pelayanan yang cepat dan nyaman.


Omnichannel Marketing


Strategi marketing omnichannel bisa diartikan sebagai model bisnis lintas channel yang umumnya digunakan untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi para konsumen di suatu perusahaan, baik secara online maupun offline. Misalnya, terdapat konsumen memposting barang belanja di sebuah website di pagi hari, lalu dia melakukan transaksi pembelanjaan di siang hari saat istirahat dan mengambil barang tersebut di toko di sore hari.


Keunggulan dari penerapan strategi ini terlebih dalam ranah digital marketing adalah baik pemasaran maupun penjualan terintegrasi tanpa terputus. Penelitian yang dirilis oleh Invesp menyebutkan jika perusahaan yang menggunakan strategi ini mampu meningkatkan engagement kepada konsumen sebesar 89 persen. Jadi, tidak ada salahnya mencoba menerapkannya di brand kamu.


Accelerated Mobile Pages (AMP)


Accelerated Mobile Pages (AMP) merupakan open source yang dapat memformat halaman web statis sehingga bisa memuat artikel dengan sangat cepat di sebuah perangkat mobile. AMP ini sudah banyak digunakan oleh lebih dari 200 penerbit konten. Termasuk dalam hal ini adalah WordPress, Google, LinkedIn, Medium, dan  Twitter.


Penggunaan AMP sangat berguna untuk pengembangan website perusahaan terutama untuk engagement konsumen. Dengan menggunakan AMP halaman yang dimuat hanyalah membutuhkan waktu kurang dari 0.5 detik saja. Sehingga konsumen lebih cepat memperoleh informasi mengenai produk yang mereka cari di dalam website perusahaan.


Marketing Automation


Marketing automation merupakan teknik otomatisasi dalam bidang digital marketing dengan menggunakan software marketing. Dalam sebuah departemen pemasaran, terkadang ada beberapa hal yang harus dilakukan berkali-kali seperti mengirimkan email, media sosial, dan nomor telepon kepada pelanggan. Bila ini dilakukan dengan cara manual, jelas membutuhkan tenaga dan waktu yang cukup lama.


Maka dari itu keberadaan strategi marketing automation mampu membuat tugas tersebut menjadi makin mudah. Manfaat dari penggunaan marketing automation ini adalah untuk segmentasi konsumen. Misalnya saja untuk menentukan kriteria pelanggan berdasarkan latar belakang mereka untuk memudahkan dalam menawarkan produk berdasarkan segmen yang tepat.


Penggunaan video masih diminati


Pada tahun 2019 ini penggunaan konten dengan basis video masih banyak diminati oleh perusahaan besar ternama maupun start up. Video merupakan sarana yang efektif untuk memasarkan dan mengenalkan produk baru kepada calon konsumen. Keberadaan platform video seperti NetFlix, YouTube, Amazon Prime Video, maupun fitur live di media sosial seperti Instagram dan Facebook menjadi penentu dalam pertumbuhan penggunaan video bagi digital marketing.


Riset yang dikeluarkan oleh Tubular Insight menyebutkan sekitar 64 persen orang akan membeli produk setelah menonton video menarik mengenai ulasan produk. Tidak hanya itu, data yang dilansir dari Cisco juga menyebutkan jika sekitar 82 persen traffic  di internet tahun 2021 mendatang akan didominasi oleh keberadaan video. Keunggulan menggunakan video selain lebih mengenalkan produk, juga dari segi biaya produksi lebih murah.


Tren penggunaan voice search


Selain video, kini muncul tren baru yakni penggunaan voice search. Dalam ranah digital marketing strategi ini akan berimbas pada SEO. Metode smart speakers dapat memudahkan konsumen melalui cara verbal tanpa harus mengetikkan kata atau kalimat yang panjang lebar melalui gadget mereka.


Perusahaan yang memulai menggunakan strategi pencarian ini adalah Amazon Echo, yang kemudian disusul oleh Google Assistant dan Apple Home. Data yang dirilis oleh NPR dan Edison Research menunjukkan sekitar 39 juta masyarakat Amerika Serikat menggunakan teknologi smart speakers ini untuk memudahkan mereka dalam mencari sesuatu di internet.


Memanfaatkan fitur stories


Sejak fitur ini diluncurkan pada tahun lalu, Instagram semakin diminati oleh masyarakat. Termasuk pula masyarakat Indonesia, yang bisa dilihat dari survei dari We Are Social dan dikutip Katadata menunjukkan pengguna aktif Instagram di Indonesia adalah 53 juta orang. Adanya fitur stories di Instagram memungkinkan pengguna untuk berbagi foto maupun video yang akan hilang dalam 24 jam.


Angka tersebut jelas merupakan potensi yang besar untuk digital marketing. Dalam fitur tersebut kamu bisa mengunggah apa saja termasuk pula sebagai promosi. Selain untuk lebih mendekatkan diri kepada konsumen, kamu juga bisa melakukan polling lewat fitur ini. Contohnya mengenai produk mana yang jadi unggulan dan diminati. Ini juga sebagai pemetaan awal peluncuran dari sebuah produk brand kamu.


Influencer marketing, tren yang  masih diperhitungkan


Keberadaan Instagram juga menjadi ladang baru bagi munculnya influencer marketing. Tren menggunakan media sosial di kalangan generasi muda kini juga dipertimbangkan oleh perusahaan besar sebagai faktor strategi pemasaran mereka. Keunggulan dari influencer marketing sendiri adalah setiap postingan yang diunggah membuat kecenderungan konsumen membeli produk semakin tinggi.


Hal inilah yang juga dikemukakan oleh Anthony Reza selaku CEO GetCraft Indonesia seperti dilansir dari Marketeers. Menurutnya, 8 dari 10 konsumen terbukti mempercayai rekomendasi dari orang yang mereka kenal. Bisa saja dalam hal ini termasuk selebritis yang memasarkan sebuah produk di media sosial seperti instagram. Otomatis, para fans akan terpengaruh untuk membeli produk yang direkomendasikan tersebut.


Baca juga: Selebgram: Cara Mendapatkan Uang di Internet


Di atas adalah beberapa tren dalam digital marketing yang diprediksi akan banyak diperhitungkan tahun 2019 ini. Sudahkah kamu memilih salah satu dari hal di atas untuk menunjang bisnis kamu? Jangan lupa juga untuk memilih penyedia jasa layanan hosting internet terpercaya untuk kelancaran bisnis.



The post 9 Tren Digital Marketing 2019 yang Perlu Kamu Ketahui appeared first on Blog Dewaweb.

Perbedaan Cloud Hosting dan Web Hosting Tradisional

Perbedaan Cloud Hosting dan Web Hosting Tradisional

Hosting adalah service yang digunakan untuk menyimpan data-data dalam sebuah website. Dengan layanan ini maka informasi yang tercantum pada website pun dapat diakses oleh pengguna melalui internet. Data yang dimaksud bisa berupa file dokumen, gambar, program, hingga database. Jadi, jika Anda menginginkan website yang bisa diakses oleh publik lewat internet, maka layanan hosting ini tidak dapat diabaikan.


Umumnya hosting disewakan dalam kapasitas tertentu sesuai dengan kebutuhan. Semakin besar kapasitasnya maka semakin mahal pula harga yang harus dibayar. Dengan beragamnya kebutuhan akan layanan hosting, maka tidak mengherankan pula jika Anda bisa menemukan banyak pilihan saat akan memilihnya.


Nah, dalam artikel ini akan dibahas dua jenis layanan hosting yakni cloud hosting dan web hosting tradisional. Mungkin jika Anda memang belum terlalu mengenal masalah layanan ini, keduanya akan sekilas terlihat sama. Padahal dalam kenyataannya dua layanan ini sangat berbeda. Apa perbedaannya? Anda bisa mengetahuinya dalam ulasan berikut,


Mengenal web hosting tradisional


Salah satu layanan hosting yang paling sering digunakan adalah web hosting tradisional. Layanan hosting konvensional ini memang banyak digunakan terlebih oleh pengguna awam karena memang sudah lama ada dan telah digunakan oleh banyak orang. Dengan layanan ini maka data-data yang terdapat pada website Anda akan disimpan dalam satu server yang ada pada sebuah hardware.


Dalam perjalanannya web hosting tradisional berkembang sehingga memiliki beberapa macam tipe untuk mengakomodir kebutuhan client mereka. Beberapa jenis web hosting yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:



  • Shared web hosting: Bagi para pemula dan awam, shared web hosting adalah primadona. Alasannya tak lain adalah karena layanan yang satu ini murah (beberapa bahkan gratis) dan memang sudah banyak digunakan orang. Dalam shared web hosting, sebuah server akan dibagi kapasitasnya dan kemudian digunakan oleh beberapa ssitus sekaligus.

  • Dedicated web hosting: Jika dalam layanan shared web hosting Anda akan berbagi server dengan beberapa pengguna lainnya, dengan dedicated web hosting maka keseluruhan server hanya akan digunakan oleh situs milik Anda. Dengan keunggulan ini, tentu saja harga yang dipatok akan jauh lebih mahal dibandingkan shared web hosting.

  • VPS web hosting: Dengan menggunakan VPS (Virtual Private System), Anda memang masih akan berbagi server. Namun Anda juga akan dibekali dengan sebuah server Dengan demikian kapasitas penyimpanan memori serta CPU usage pun akan lebih longgar sehingga performa situs Anda bisa lebih baik.


Baca juga: VPS – Kenapa Penting Bagi Perusahaan Besar



  • Managed web hosting: Layanan hosting yang satu ini akan memungkinkan Anda untuk mendapatkan sebuah server sesuai dengan kebutuhan website. Artinya, server yang disewakan pada Anda akan datang dengan segala hal yang memang dibutuhkan oleh website. Biayanya mungkin akan lebih mahal, namun Anda tidak perlu kesulitan untuk mengatur website lagi.


Pengertian cloud hosting


Setelah mengenal tentang web hosting tradisional, sekarang mari berpindah ke cloud hosting. Di samping pemahaman tentang web hosting tradisional, Anda juga perlu memahami teknologi yang satu ini untuk bisa memlih mana layanan hosting yang tepat untuk website. Cloud hosting adalah sebuah inovasi dalam layanan hosting yang memungkinkan Anda untuk menyimpan data-data pada website dalam sebuah cloud atau awan.


Apa sebenarnya cloud ini? Cloud sejatinya merupakan sebuah perumpamaan untuk menyebut internet. Artinya, jika Anda menggunakan cloud hosting maka data-data Anda akan disimpan di sebuah server virtual yang ada dalam internet. Layanan ini tidak lagi menggunakan ruang penyimpanan fisik (hardware) seperti web hosting tradisional.


Nah setelah mengetahui definisi keduanya, mari sekarang kita menelaah apa perbedaan di antara web hosting tradisional dengan cloud hosting dalam poin-poin berikut ini.


Beberapa perbedaan cloud hosting dengan web hosting tradisional


Dari sekilas penjelasan di atas seharusnya Anda sudah bisa mendapatkan gambaran tentang perbedaan antara cloud hosting dengan web hosting tradisional—seperti tentang fisik ruang penyimpanan keduanya. Untuk perbandingan yang lebih detail, Anda bisa menyimak penjelasan dalam poin-poin berikut ini.




  • Dari segi performa




Mari membahas poin yang selalu menjadi pertimbangan utama dalam memilih hosting untuk website, yakni performa. Seperti yang telah disebutkan dalam paragraf pengenalan web hosting tradisional, layanan ini menyediakan server yang digunakan oleh beberapa user sekaligus. Akibatnya kapasitas ruang penyimpanan serta bandwidth yang tersedia pun akan terbatas. Jadi tidak mengherankan jika kadang kala website butuh waktu lama untuk loading.


Di sisi lain, cloud hosting tidak memiliki ruang penyimpanan fisik karena pada dasarnya layanan ini merupakan sebuah layanan virtual. Anda memang akan menggunakan layanan ini dengan user lain, namun jika terdapat kendala seperti loading yang lambat server cloud Anda akan segera dipindahkan oleh sistem. Hasilnya Anda tidak lagi merasakan kendala tersebut dan performa website pun bisa tetap prima.




  • Dari segi kontrol data




Pada web hosting tradisional Anda harus berbagi dengan user lain sehingga tidak ada kendali yang utuh terhadap server yang telah dibeli. Sebagai ilustrasi, apabila user lain menginginkan performa yang lebih baik maka website Anda pun akan berisiko menjadi lambat dan lebih susah diakses.


Lain halnya dengan cloud hosting. Selama menyewa space tertentu dalam cloud server maka ruang tersebut berada dalam control Anda sepenuhnya. Jika dalam web hosting tradisional Anda bisa terdampak risiko performa web melambat karena bandwidth yang dibagi dengan user lain, maka hal tersebut tidak terjadi pada cloud hosting. Ini karena cloud server akan segera memindahkan Anda ke server yang lebih lapang saat bandwidth terbatas.




  • Dari segi biaya




Saat ingin menggunakan layanan web hosting tradisional Anda harus membayar server yang digunakan berikut dengan hardware. Padahal kenyataanya ruang tersebut juga digunakan oleh user lain. Biaya ini akan membengkak jika Anda memutuskan untuk membeli web hosting tradisional tipe dedicated.


Bagaimana dengan cloud hosting? Dalam cloud hosting, Anda cukup mengeluarkan dana sesuai dengan layanan yang didapat. Tidak perlu mengeluarkan dana tambahan untuk server yang mungkin tidak Anda gunakan. Jika diibaratkan, pembiayaan cloud hosting serupa dengan membayar tagihan listrik atau biaya berlangganan operator seluler.


Cloud hosting adalah pilihan tepat?


Setelah tiba pada titik ini Anda mungkin akan beranggapan bahwa cloud hosting merupakan pilihan terbaik untuk website. Namun benarkah demikian? Well, hal ini masih tergantung pada beberapa pertimbangan. Ada beberapa pertimbangan yang memang membuat cloud hosting menjadi layanan terbaik untuk Anda. Namun ada juga beberapa kondisi yang menyebabkan web hosting tradisional justru lebih baik. Misalnya untuk para pemula, web hosting tradisional akan tepat untuk Anda karena biayanya murah dan sudah bisa mengakomodasi kebutuhan.


Baca juga: Cara Memilih Hosting Terbaik


Itulah dia perbedaan antara cloud hosting dengan web hosting tradisional. Baik web hosting tradisional maupun cloud hosting adalah layanan hosting yang bisa mengakomodir kebutuhan Anda. Tinggal bagaimana Anda mengaturnya agar bisa mendukung performa website. Tetap semangat dalam merancang website dan jangan pernah lelah untuk terus mencoba!



The post Perbedaan Cloud Hosting dan Web Hosting Tradisional appeared first on Blog Dewaweb.

7 Strategi SEO Kuno yang Sebaiknya Mulai Kamu Tinggalkan

7 Strategi SEO Kuno yang Sebaiknya Mulai Kamu Tinggalkan

Strategi Search Engine Optimization (SEO) berubah seiring dengan perkembangan zaman. Jika satu trik SEO terbukti ampuh pada zaman dulu, ada kemungkinan trik tersebut sudah kadaluarsa dan tidak bisa lagi digunakan. Bahkan menggunakan teknik SEO yang ketinggalan zaman bisa saja membuat website-mu di-black list oleh Google. Lalu, strategi SEO apa yang sudah seharusnya kamu tinggalkan? Berikut pembahasannya!


Ubah keyword yang kamu gunakan


Keyword menjadi poin penting dalam sebuah konten untuk mengarahkan mesin pencari kepada situs atau website-mu. Kemudian, kebanyakan orang akan menempatkan sebanyak mungkin keyword di dalam konten blog atau website karena berpikir akan lebih mudah ditemukan oleh mesin pencarian. Menariknya, keyword pendek dengan banyak search volume tersebut dimasukkan begitu saja dalam konten tanpa memerhatikan kesesuaiannya dengan kalimat.   


Strategi SEO ini memang terbukti efektif pada enam hingga tujuh tahun yang lalu. Saat ini, pengguna internet sudah semakin pintar dan lebih memilih menggunakan keyword yang spesifik. Jika pada zaman dahulu teknik SEO kuno dengan menggunakan keyword pendek bisa menghasilkan banyak klik, kini long tail keyword akan lebih bermanfaat untuk para pengguna internet.


Mulailah untuk mengubah keyword mentah kamu seperti “kamar hotel” menjadi lebih menggugah seperti “kamar hotel terbaik di kota Surabaya”. Ini akan lebih sesuai dengan pencarian yang dilakukan oleh para pengguna internet. Tak perlu ragu untuk menggunakan keyword dengan dua kata atau lebih. Karena Google sudah menerapkan algoritma yang bisa mencari padanan kata, kamu tidak perlu menempatkan keyword dengan dua kata atau lebih menjadi satu di dalam konten.


Berlebihan dalam memberikan anchor text menuju internal links


Memasukkan banyak anchor text untuk mengarahkan traffic ke artikel-artikel lain dalam satu domain yang sama memang bisa meningkatkan ranking search engine. Namun, saat ini cara tersebut merupakan strategi SEO yang sudah tidak bisa lagi digunakan karena Google sudah melakukan perubahan pada sistemnya. Google kini malah menghindari konten-konten yang memiliki anchor text berlebihan karena dianggap manipulatif dan spamming.


Sebagai tips, tempatkan anchor text di bagian navigasi, sidebar, footer, dan di dalam konten dengan cara menyatukannya dengan kata-kata sehingga terlihat lebih smooth dan akan lebih memungkinkan untuk diklik oleh pembaca web. Jangan hanya gunakan link tersebut untuk search engine, tapi buatlah agar dapat digunakan oleh pembaca. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari blacklist Google.


Membuat topik yang masih relevan dengan brand jualan


Teknik SEO ketinggalan zaman yang masih tetap diterapkan adalah memilih topik yang asal disukai oleh pembaca, namun tidak sesuai dengan produk jualannya. Ini merupakan salah satu contoh link-bait yang berstrategis dan tidak fokus. Pemikirannya sederhana, bagaimana cara menjaring banyak audience untuk tertarik membaca website kamu, terserah apapun itu topiknya, dan melakukan promosi produk di akhir konten artikel.


Memang harus diakui bahwa strategi ini cukup efektif menjaring banyak audience, tapi di satu sisi, entah kamu sadari atau tidak, bisa menjatuhkan image brand produkmu. Orang mungkin akan tertarik dan melakukan klik pada judul artikel yang kamu buat. Isi kontennya juga dibuat sesuai dengan judul. Tapi, tiba-tiba, di akhir artikel, kamu memasukkan promosi barang jualanmu maeskipun tidak sesuai dengan topik yang sedang dibahas.


Apakah menurutmu hal tersebut bagus untuk branding produk jualanmu? Menjaring audience memang iya, tapi tidak untuk sebuah branding. Orang akan cenderung melewatkan bagian promosi di bagian akhir karena menganggap hanya sebuah iklan yang tidak berhubungan. Akan lebih baik kamu membuat konten yang sesuai dengan produkmu. Dengan begini, pembaca akan merasa lebih terarahkan dari awal sampai akhir artikel untuk membeli produkmu.


Domain yang berbeda untuk situs yang sama


Semakin banyak jaring yang ditebar, semakin banyak ikan yang akan terjaring. Mungkin hal ini menjadi pemikiran kamu saat membuat banyak domain untuk satu situs yang sama agar mendapatkan banyak pembaca. Tapi sayangnya ini adalah SEO kuno yang sebaiknya sudah tidak kamu gunakan lagi.


Bisa saja kamu menggunakan alamat domain yang berbeda untuk satu situs yang inti pembahasannya sama. Misalkan saja makan.com, makanenak.net, dan enakenakmakan.id. Google akan tetap menghitungnya menjadi satu domain saja meski kamu menyebarkan situsmu ke tiga domain tersebut. Ranking domain pun juga dibagi menjadi tiga. Hasilnya tetap saja satu.


Memasang keyword pada domain


Untuk berada di peringkat teratas mesin pencarian, kamu bisa saja terpikir untuk membuat nama domain-mu sesuai dengan keyword yang biasa dimasukkan oleh pengguna internet. Hal tersebut memang masih banyak dilakukan oleh beberapa orang karena berpikiran bahwa strategi SEO ini masih berlaku. Nama domain seperti obatdiare.com atau kamarhotelmewah.com masih bisa kamu temukan pada pencarian.


Padahal, teknik ini sudah sangat ketinggalan zaman dan malah menghilangkan kepercayaan pengguna internet untuk melakukan klik pada website seperti ini. Meski memiliki peluang untuk muncul pada halaman pertama mesin pencarian, apakah kamu yakin orang akan melakukan klik? Jawabannya adalah tidak. Ini karena pengguna internet zaman sekarang sudah lebih pintar sehingga bisa memilih mana website yang terpercaya dan tidak.


Nama domain seperti yang dicontohkan di atas terkesan tidak meyakinkan karena tidak menunjukkan atau mengarah pada satu produk. Orang pasti berpikir bahwa pembahasannya adalah hal-hal umum sehingga mengurangi kredibilitas sebuah website. Akan lebih baik jika kamu mulai menghilangkan keyword pada nama domain dan lebih memasukkannya pada konten artikel. Hal ini akan lebih mudah dibaca oleh algoritma baru Google.


Masih menggunakan satu keyword untuk satu website


Pada tahun 2010-2012, Micro Niche Site dan Exact Match Domain menjadi sebuah tren yang sangat merajalela. Idenya adalah menggunakan satu keyword pada website mikro dan menamakan website sesuai dengan keyword tersebut. Ini masih berkaitan dengan pembahasan keyword pada domain di atas. Dulu memang banyak orang yang menghasilkan uang dari MNS dan EMD ini, tapi tidak dengan sekarang.


Hal ini karena website mikro memuat sedikit artikel dan informasi. Google bisa menganalisis website mikro ini sebagai salah satu yang tidak kredibel. Mulai sekarang, buatlah satu topik besar untuk konten dan menerapkan banyak keyword. Misalkan kamu membuat website yang membahas tentang sakit maag. Buatlah topik konten artikel yang membahas tentang penyebab, cara penyembuhan, dan gejalanya.


Masih mengandalkan sisi teknikal


Seiring waktu, SEO berubah dari teknikal menjadi lebih ke arah pemasaran. Untuk mengoptimasi website dengan sistem SEO yang masih teknikal, fokusnya ada pada keyword, URL, backlink, dan judul. Namun, dengan sistem yang baru, fokusnya bergeser pada bagaimana cara membuat konten yang layak untuk kemudian dipasarkan.


Tipsnya adalah dengan memprioritaskan pemasaran website daripada mengoptimasi sisi teknikalnya. Backlink yang berkualitas adalah yang didapat dengan cara memasarkan website yang kamu miliki kepada orang lain. Media sosial juga memiliki pengaruh untuk pemasaran website. Jadi, kamu bisa gunakan media sosial untuk meningkatkan promosi produk.


Baca juga: Panduan Lengkap Cara Search Engine Optimization (SEO)


Menerapkan strategi SEO memang gampang-gampang susah. Namun, jika sudah terbiasa, kamu akan dengan mudah melakukannya. Kuncinya adalah terus memperbarui pengetahuan kamu tentang SEO agar tidak ketinggalan zaman karena teknik ini akan terus berubah mengikuti perkembangan yang ada.



The post 7 Strategi SEO Kuno yang Sebaiknya Mulai Kamu Tinggalkan appeared first on Blog Dewaweb.

Peran Web Server terhadap Keberlangsungan Website

Peran Web Server terhadap Keberlangsungan Website

Bagi kamu yang ingin membangun website sendiri, ada beberapa tahap yang harus dilakukan untuk mendapatkan website sesuai keinginan kamu, seperti desain web hingga web hosting. Selain itu, ada pula yang disebut web server.


Pengertian web server adalah perangkat lunak (software) di dalam server yang berfungsi sebagai medium untuk menerima permintaan (request) berupa halaman web dalam protokol HTTP atau HTTPS dari sebuah klien, yang biasanya kamu kenal sebagai browser, contohnya seperti Chrome, Internet Explorer, Mozilla Firefox, Safari, atau pun Opera.


Browser ini akan meminta laman web kepada web server, lalu software ini akan merespon hasil permintaan browser dalam bentuk laman-laman web yang pada umumnya berbentuk HTML. Dan laman itulah yang sekarang sedang kamu lihat.


Jika mau dibedah lebih dalam lagi, fungsi utama dari web server adalah mentransfer berkas yang diminta oleh kamu, sang pengguna. Biasanya di dalam satu laman web terdiri dari berbagai macam berkas dengan berbagai bentuk seperti teks, video, gambar, audio, file, dan lainnya. Berkas-berkas itulah yang nanti juga akan dikirimkan sesuai permintaan kamu.


Dalam praktik langsung, saat kamu membuat browser lalu mengetik kata kunci di bagian address bar, contohnya ‘dewaweb’, dan setelah kamu melakukan permintaan (dengan menekan enter) untuk dapat mengakses laman tersebut, di situlah kegunaan dari web server. Web server akan berusaha mencari permintaan kamu sebaik mungkin, kemudian akan dikirimkan kembali ke dalam browser kamu.


Jika permintaan kamu tidak bisa dicari, maka web server akan melakukan pengiriman balik berupa penolakan dengan cara memberikan informasi yang biasa dikenal dengan kode ‘404’, yang artinya kata kunci yang kamu cari tidak bisa ditemukan.


Jadi, ketika kamu ingin membangun website sendiri atau malah sudah mempunyai website sendiri, software ini sangat dibutuhkan karena jika tidak kamu akan kesulitan untuk mengakses website yang kamu miliki.


Ada beberapa web server yang sudah terbukti kualitasnya dan bisa kamu gunakan untuk dipakai dalam website kamu, seperti:


Apache


Di antara produk web server lainnya, Apache adalah web server paling populer dan paling banyak digunakan. Apache memberikan beberapa pendukung untuk kelangsungan website kamu, seperti PHP, SSL, dan juga akses kontrol.  Ada beberapa keunggulan dari Apache. Mulai dari sistem pengaturan yang lebih mudah hingga dalam jumlah pengguna yang sangat besar sehingga akan mudah mencari sesama pemakai Apache secara gratis.


IIS (Internet Information Services)


Internet Information Services (IIS) adalah web server yang dibangun oleh Windows. Ia didukung oleh beberapa komponen seperti protokol DNS, TCIP/IP, dan beberapa software yang bisa digunakan untuk membuat web. Selain beberapa protokol di atas, ISS juga didukung protokol seperti FTP, HTTP, NNTP, SMTP dan SSL. Dengan banyaknya pengguna Windows, ISS jadi lebih mudah untuk digunakan dan diakses. Kelebihan lainnya adalah ia didukung penuh oleh Windows. Selain itu, ada pula fitur yang bisa mengecek kesalahan, serta penggunaan PHP yang jauh lebih stabil. Sayangnya, kamu harus bayar untuk menggunakan ISS.


Nginx


Nginx (dibaca ‘engine x’) adalah software dengan sistem open source dan pastinya gratis. Dibandingkan dengan Apache yang sama-sama gratis, Nginx lebih mampu menangani web server yang memiliki traffic tinggi. Kelebihan lainnya adalah ringan, banyak fitur dan stabil. serta performa tinggi.


Baca juga: Cara Membuat Website Dengan WordPress


Selain tiga pilihan di atas, masih ada beberapa web server lain yang bisa kamu baca di sini. Tanpa adanya web server, sudah bisa dipastikan website yang kamu miliki tidak akan berjalan dengan lancar.



The post Peran Web Server terhadap Keberlangsungan Website appeared first on Blog Dewaweb.

Segala Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Cloud Hosting

Segala Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Cloud Hosting

Dunia teknologi mengalami perkembangan yang sangat cepat terutama bagi penyedia layanan hosting. Penyedia layanan tersebut menyediakan hosting dengan berbasis cloud. Namun, masih banyak yang belum memahami atau mengetahui apa sebenarnya cloud hosting. Dalam tulisan ini akan diulas mengenai definisi, keunggulan hingga bagaimana tips memilih cloud hosting terbaik. Yuk simak!


Apa itu cloud hosting?


Pernahkah kamu menyimpan data di hardware lalu mengalami kegagalan karena kapasitas tidak mencukupi? Ini adalah cara lama dan konvensional yang sebaiknya kamu tinggalkan. Secara garis besar, cloud hosting ini bisa diartikan sebagai file website yang memiliki cabang dalam jumlah lebih dari satu secara virtual.


Inilah yang memungkinkan penggunanya dapat mengakses kapan saja dan tidak pernah down. Hal ini dikarenakan bila salah satu server virtual mati, para pengguna masih bisa mengakses melalui jalur virtual yang lainnya. Contohnya saja, fitur ini digunakan oleh Google dan membuatnya menjadi sebuah mesin pencarian nomor satu dengan kualitas prima dan tidak pernah mengalami down selama beberapa tahun terakhir.


Hal yang perlu dipersiapkan


Sampai saat ini, teknologi cloud hosting banyak diminati oleh berbagai kalangan terutama bagi industri yang mengandalkan teknologi berbasis internet (online). Data yang dirilis oleh Statista menyebutkan bahwa nilai pasar dari cloud computing maupun cloud hosting di seluruh dunia mencapai sekitar 118 juta USD pada 2018, dan diperkirakan di tahun 2019 ini akan meningkat hingga 136 USD.


Hal ini membuktikan masyarakat semakin menyadari keberadaan fitur ini untuk keamanan dan kenyamanan. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat memilih di antaranya adalah mengenai kebutuhan, pelayanan dari penyedia jasa yang prima seperti layanan 7 hari selama 24 jam, keamanan yang terjamin, dan lakukan periode evaluasi.


Keunggulan menggunakan cloud hosting


Teknologi cloud hosting memiliki berbagai keunggulan dalam penggunaannya. Terutama bagi dunia perkantoran dan segala aktivitas yang berhubungan dengan komputasi dengan layanan terbaik. Berikut beberapa keunggulan yang bisa kamu dapatkan:



  • Kamu dapat berbagi data bersama di kantor untuk berkolaborasi melalui aplikasi manajemen. Contohnya saja seperti data sharing, progress dari sebuah proyek tertentu hingga berbagi tugas masing-masing. Penggunaan seperti ini membuat kamu lebih mudah dalam mengontrol manajemen di manapun dan kapan pun sehingga antara pihak manajemen dan karyawan dapat mengetahui kinerja dengan baik.

  • Keunggulan selanjutnya adalah bisa menghindari keterbatasan hardware. Adanya cloud hosting bisa memenuhi kebutuhan penggunaan RAM, CPU, maupun harddisk. Hardware tersebut memiliki kapasitas yang terbatas, maka cloud hosting akan berfungsi sebagai media penyimpanan memadai.

  • Di sisi lain teknologi ini juga bisa menghemat waktu dan tenaga. Bayangkan saja bila kamu masih menggunakan konsep penyimpanan tradisional, tentu akan membutuhkan banyak media (hardware) yang bisa jadi harganya cukup mahal. Bagi perusahaan, mereka hanya membayar sewa saja sesuai pemakaian sehingga ini bisa memperbesar nilai investasi atau return on investment (ROI).

  • Mengenai faktor keamanan data, cloud hosting sangat aman untuk menyimpan data rahasia. Data yang disimpan  diamankan dengan sistem enkripsi dan inilah yang menjadi nilai lebih untuk perusahaan seperti yang dilakukan Dropbox seperti dilansir dari BBC.


Baca juga: Cara Memilih Hosting Terbaik


Perkembangan teknologi informasi dan internet memungkinkan siapa saja untuk bekerja lebih baik. Kini, kamu bisa memilih layanan cloud hosting terbaik di Indonesia untuk kenyamanan aktivitas dalam menunjang keberhasilan.



The post Segala Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Cloud Hosting appeared first on Blog Dewaweb.